Selasa, 26 Januari 2010

Mobility in life..?

Era mobilitas akhir-akhir ini kian meningkat.. dengan berkembangnya web 2.0 serta adanya berbagai penunjang lain layaknya ponsel-ponsel yang dapat dengan cepatnya berakses ke dunia maya, membuat era komunikasi lebih global.. dengan hitungan detik, terlihat beribu2 status facebook maupun twitter serta situs-situs jejaring sosial lainnya terupdate dengan begitu cepatnya. Luar biasa bukan?
Dan tanpa kita sadari juga, dengan adanya hal-hal tersebut, dampaknya cukup besar terhadap kehidupan kita. Sekarang ini, manusia lebih sering duduk diam didepan laptopnya untuk melihat apa yang terjadi diluar, atau bahkan kemana2 memantengi ponselnya untuk mendapat berita..

gila! benarkah itu gila?

apakah dampak positif dan negatif dari hal ini?
mari kita bahas satu per satu..

Dengan adanya mobilitas yang makin tinggi ini, tentunya komunikasi jd lebih horizontal. Dan apa dampaknya jika komunikasi dapat makin horizontal bagi kehidupan kita? tentu kita dapat menambah berjuta2 teman/koneksi/network.. networking makin terjalin dengan terpenuhinya fasilitas2 pendukung mobilitas tersebut. Informasi dapat terserap dengan mudah dan cepatnya, baik itu dari negara kita sendiri, maupun dari global, smua dapat diemut dalam satu satuan waktu! Dari situ juga akan mempengaruhi detail konsumen/customer mobile (online). mereka yang terbiasa dengan ketersediaan informasi dan media yang cepat membuat diri mereka merasa butuh segala yang cepat, sehingga dengan demikian juga menuntut ketersediaan perusahaan2 yang bergerak cukup mobile untuk melayani mereka dengan cepat.

  • saya mengambil contoh disini ialah speedy. Ia benar-benar lambang teknologi, bukan? namun sangat disayangkan, kecepatan speedy dalam melayani customer complaint itu sangat lambat. beberapa kali customer yang benar2 sedang membutuhkan internet ngoceh karena tidak dapat menggunakan internet di rumahnya padahal mereka sudah membayar. Hal seperti ini sungguh disayangkan sekali.

  • bagaimana dengan contoh berhasilnya? sebenarnya cukup sangat banyak.. saya memiliki beberapa orang teman yang cukup sangat mobile sekali hidupnya.. mereka kebanyakan selalu melakukan kontak dengan cepat.. mereka berjualan handphone, ada yang menjual aksesoris, dan sebagainya.. respon mereka kepada konsumennya sangat cepat, bahkan dalam hitungan menit, transaksi sudah terjadi dan barang sudah ditangan pembeli.. atau setengah transaksi terjadi, dan keakuratan pengantaran barang terjamin sungguh.. luar biasa bukan..? dengan demikian keseriusan si penjual/dapat dikatakan marketer ini dalam menjalani bisnisnya sangat ketat, dan patut sekali diacungi jempoll.... :D
sayangnya, belum smua pebisnis melihat peluang yang sangat besar ini... semoga dengan cepat smua pebisnis bisa melakukan hal tersebut diatas, dimana smua menjadi horizontal dan tidak ada lagi batasan dlm berkomunikasi.. betapa menyenangkan hal itu jika benar2 terjadi... hehe..


namunnnn,,,

selain daripada dampak2 baik itu,, buruknya mobilitas tinggi serta segala hal yang berhubungan dengan teknologi abad ini, ialah: keterbatasan waktu kita untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang sesungguhnya sangat dekat dengan kita. pernahkah kita menyadari bahwa kita berdiam didepan layar laptop sedangkan sebelum terdigitalisasi nya dunia, kita selalu berkumpul bersama kluarga sambil nonton bareng? ataau malah kita bersepeda ria-an di luaran atau bahkan teriak2 bareng tetangga? bagaimana kita dulu dengan kita sekarang begitu berbeda? terasakah hal itu?


mmm,,,
untuk sedikit direnungkan, perhatikan bagaimana hal2 positif yang kita sering bahkan selalu lakukan dulu dan tidak lagi kita lakukan sekarang... buat hal itu kembali muncul, dan hidup kita akan lebih berarti lagi.. selain tentu saja berusaha untuk ada di tengah jaman teknologi ini sambil membawa nilai2 positif yang pernah kita miliki dahulu, kita pasti menjadi yang terdepan... dan satu yang paling terakhir yang bisa saya sampaikan... namun tentu saja not the least part.. bahkan yang terpenting sekali.. Tuhan.. utamakan DIA dalam hidup kita, lalu baru lah kemudian hal2 pendukung lainnya.. niscaya smuaaaa hal dapat terselesaikan dengan baik!

that's all for today..

nite Blog :)

Jumat, 04 Desember 2009

Management Brand di Kedai Kopi StarBucks (Paman Howie)

Nama Starbuck pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Brand kios kopi ternama di dunia ini sudah menjamur di segala penjuru dan kalangan. Bagi brand-brand besar seperti Starbucks, Mcdonald's, KFC, Burger King, dsb pastinya sangat mengutamakan loyalitas para customernya terhadap brand (produk) mereka.
Sebagai pemilik kios-kios ternama di dunia, mereka akan menjaga brandnya dengan pelayanan 100% satisfaction kepada customer, dimana customer dengan membayar dalam sebuah satuan harga, merasa worth dengan apa yg didapatkannya bahkan merasa bahwa dengan harga yang ia bayarkan itu, ia dapat mendapatkan benefit yang lebih tinggi dibandingkan cost yang ia keluarkan. Tentunya benefit-benefit yang didapatkan oleh para customers berupa produk serta pelayanan yang diberikan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Produk yang dimiliki Starbuck sendiri terlihat sudah sangat terorganisir dengan baik, standar kualitas yang diterapkan juga sudah sangat terjaga dengan baik. Barista-barista yang dipakai oleh Starbucks-pun sudah ditrainning dengan baik sehingga taste dari produk terjaga. Selain produk kopi starbuck sendiri, tentu saja produk lain seperti cake dan sebagainya yang didapatkan oleh suppliernya juga pastinya memiliki kriteria tertentu yang sudah sesuai dengan yang starbucks inginkan.

Pada pelayanannya, dapat kita ketahui dari design yang dimilikinya, Starbucks menonjolkan kenyamanan serta privasi bagi para customers, dimana mereka dapat melakukan rapat, hang out, dsb sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Selain ketersediaan interior yang memadai, Starbucks sendiri juga memiliki para front liners yang tidak sembarangan pilih, sehingga keramahan serta attitudes mereka dapat mencerminkan apa yang Starbucks ingin berikan kepada customersnya.

Dengan hal-hal diatas yang disebutkan, tentu saja membuat Starbucks memiliki loyalitas dari customers sangat besar. Terlebih lagi, Starbucks tidak hanya berinteraksi dengan customersnya di real world, namun jg in the internet pada blog mereka, twitter mereka seperti yang sudah disampaikan di kompas.com, dan sebagainya. Maka dari semua hal yang Starbucks lakukan, terlihat jelas bahwa semuanya ini memiliki satu tujuan pasti, yaitu loyalitas dari customers nya, bukan hanya di satu negara saja, namun jg di seluruh cabangnya. Hal inilah yang akhirnya membuat para anti-starbucks tidak dapat berkutik.

Hal ini jugalah yang harusnya dicoba oleh para pengusaha muda di indonesia, dimana kita dapat mencoba untuk mengaplikasikan kekuatan para vendor ternama ini seperti standar kualitas yang tinggi serta pelayanan yang sangat baik sehingga dengan demikian loyalitas customer juga akan semakin tinggi terhadap produk kita dan kita tidak perlu untuk melakukan effort terlalu besar untuk memarketingkan produk kita, karna dengan loyalitas yang tinggi, maka customer kita niscaya akan mereferensikan kita kepada para kerabatnya.

Materi can be downloaded in http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/12/02/0931513/manajemen.brand.di.kedai.kopinya.paman.howie

Kamis, 03 Desember 2009

Life = Havin' Fun? really?

people thing that life is just for havin' fun..
but is it true? God scarify His life just for us to have fun?
I don't think so..

I think that God has a reason to save us.

its because He wants us to help other people to know HIMSelf better then before.
make someone that never know about HIM praise Him..

He wants that we can serve people who need our helps, who need our care.

That's what He want us to do.

Not become a selfish person with just look at our mind, our want..

there's so much thing, such as this child.. and so many more people like him in the world! who will save them if it isn't us? the people which already get too much from our Savior? Don't ask anyone else, but ask ourselves! Won't I help him? or we just said, "how poor he is?!" and then just leave him alone?

we must change, i must..

anything would be happen, but i wanna change.. won't u?